Selasa, 30 November 2010

Harapan dalam setiap sudut malam..

Berdiri bergetar tangan dan kakiku saat tubuh ini baru saja sampai disana..
tempat dimana terdapat begitu banyak bangkai-bangkai manusia yang masih hidup..
tempat dimana tak ada lagi keadilan bagi mereka yang tinggal menunggu mati..
mereka tampak pucat karena lapar..bingung..dan tak bisa lagi berbuat apa-apa..
hanya tinggal menunggu mati..

Sementara disekeliling mereka..nampak terlihat sekumpulan manusia-manusia yang masih segar..
bisa tertawa..senyumnya manis..dan sekujur tubuhnya harum sekali..
seperti wewangian yang pernah kucium waktu bush datang menjenguk anjing-anjingnya dikota hujan..
begitu lembut..ramah..dan penuh wibawa..pujaan hati para ibu-ibu yang tak sadar bahwa pujaannya berasal dari kelompok kanibal yang paling ganas di negeri ini..

Aku juga sangat dekat dengan beberapa dari mereka..
tapi disini lain..berbeda sekali dengan disana..
disini aku mengenali sekumpulan makhluk yang sehat..pintar..lincah..cerdas..dan intelektual..
makhluk yang tak pernah bingung besok mau makan apa..
makhluk yang tak pernah bingung bagaimana membayar biaya pengobatan orang tuanya yang sedang sakit..lalu tinggal menunggu mati..

Dan aku memilih untuk pergi..
kembali menemui mereka..bangkai-bangkai yang masih hidup..
memilih untuk membagi sisa hidupku bersama mereka..
berharap bukan hanya jadi pemimpi..yang tinggal menunggu mati..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar